09 Juni 2009

Korban Air France Siap Diidentifikasi


Liputan6.com, Fernando de Noronha : Prancis dan Brasil telah siap untuk mengidentifikasi 16 jenazah korban kecelakaan peawat Air France yang jatuh di wilayah Samudra Atlantik.

Seperti diberitakan AFP, Angkatan Laut Brasil harus mengangkut jenazah-jenazah tersebut ke kepulauan Fernando de Noronha menggunakan helikopter Selasa (9/6) pagi. Dari sana jenazah lalu akan dibawa dengan pesawat ke Recife, sebuah kawasan pantai, tempat mayat akan diperiksa dengan menggunakan sampel DNA keluarga dan juga catatan gigi korban.

Sementara itu, pemerintah Brasil mengatakan telah menemukan sedikitnya 24 jenazah sejak hari Sabtu (6/6). Jenazah yang ditemukan berjarak sekitar 1.100 kilometer Timur Laut pantai Brasil. Sedangkan pemerintah Prancis mengatakan bahwa jumlah korban yang ditemukan telah mencapai 29 orang setelah kapal pengawal Prancis menemukan 5 korban lagi.(VIN)

08 Juni 2009

Heli TNI AD Jatuh di Cianjur Heli Pecah Berkeping-keping, Tidak Terbakar

Heli TNI AD Jatuh di Cianjur
Heli Pecah Berkeping-keping, Tidak Terbakar
Arifin Asydhad - detikNews

(Foto: Indopelita)
Jakarta - Heli TNI jenis Bolkow BO105 dengan no HS7112 yang jatuh di Kampung Cibuni, Rawa Beber, Pagelaran, Cianjur ringsek. Badan heli terbagi dalam berkeping-keping. Namun, heli tidak terbakar.

Informasi yang didapatkan detikcom, Senin (8/6/2009), heli itu jatuh sekitar pukul 14.00 WIB. Heli yang diawaki dua penerbang dari Penerbang TNI AD (Penerbad) dan membawa tiga anggota Kopassus itu jatuh saat cuaca buruk (sebelumnya disebut semua anggota Kopassus-Red).

Menurut salah seorang anggota TNI di Penerbad, berdasarkan informasi dari warga, pesawat itu jatuh di kawasan pegunungan yang dipenuhi pohon. Pesawat itu terjatuh dan terhimpit di pohon-pohon bambu.

Badan pesawat hancur menjadi berkeping-keping. "Namun, menurut warga, tidak terdengar bunyi ledakan. Pesawat juga tidak terbakar.

Dua anggota Kopassus yang menumpang heli itu meninggal dunia, yaitu Kolonel Ricky Samuel, Komandan Pusat Pendidikan (Pusdik) Kopassus, dan Kapten Agung, kepala Seksi Operasi Pusdik Kopassus. Dua awak heli dan satu anggota Kopassus lainnya mengalami luka.