
LONDON, KOMPAS.com — Pelatih sementara Chelsea, Guus Hiddink, akan selalu mengingat Liga Inggris sebagai kenangan terindah dalam hidupnya. Menurutnya, Inggris adalah negara yang sempurna dalam hal sepak bola.
Hiddink dan Chelsea menyudahi Liga Inggris musim ini dengan kemenangan 3-2 atas Sunderland, Minggu (24/5). Sesuai janjinya, ia ingin laga terakhir EPL ini sebagai duel terbaik sejak ia menggantikan Luiz Felipe Scolari awal Februari silam.
Setelah laga semalam, Hiddink akan kembali ke Rusia untuk menangani tim nasional negara tersebut. Namun, sebelumnya Hiddink akan menjalani duel pungkasan bersama "The Blues" pada final Piala FA lawan Everton, Sabtu (30/5).
"Tentu saya akan merindukan Premier League. Saya telah melihatnya dari dalam dan liga ini sangat menarik," kata pelatih Guus Hiddink kepada BBC seusai duel lawan "The Black Cats".
Hiddink sebetulnya masih diharapkan kehadirannya di Stamford Bridge musim depan. Akan tetapi, ia sudah telanjur janji membawa Rusia ke putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Meski demikian, Hiddink akan kembali lagi ke Inggris meskipun bukan sebagai pelatih. Ia rindu sepak bola di negara tersebut karena liga di dalamnya sangat baik.
“Saya akan kembali, tapi sebagai seorang turis. Saya menikmati reaksi (dari pendukung), ini negara sepak bola yang sempurna," tambahnya.
Meski gagal meraih gelar Liga Inggris musim ini, Hiddink tetap bangga karena Nicolas Anelka menjadi pencetak gol terbanyak Premier League. Anelka mencetak 19 gol, satu gol lebih banyak dibanding top scorer musim lalu, Cristiano Ronaldo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar